Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2011

Mengurangi Pemakaian RAM


Gimana sih cara ngurangin pemakaian RAM ???

kalo ada yg tw di share please....
:D

Jumat, 18 Maret 2011

Cara Perbaiki Moust USB

Bila mouse kita rusak dan biasanya ditandai dengan usb not recognice, sebenarnya masih bisa untuk diperbaiki berdasarkan pengalaman dan praktek yang pernah saya lakukan dan kebetulan saya juga hobi elektronik  dan ternyata ini berhasil sehinga tidak perlu lagi membeli mouse yang baru , permasalahan atau kerusakan seperti ini disebabkan karena kabel dari mouse usb kita ada yang tidak terkoneksi dengan baik atau putus pada salah satu/beberapa kabel yang pada mouse, pada kabel mouse terdapat empat kabel dan biasanya daerah yang putus pada kabel yang diikat didalam mouse, kabel tersebut putus kemungkinan disebabkan karena tertarik. Intinya untuk memperbaiki mouse tersebut adalah mencari derah kabel yang putus kemudian dipotong derah yang putus tersebut kemudian disambung lagi dengan disolder.

Langkah- langkah untuk memperbaiki mouse yang rusak yaitu :

  • Buka baut pada mouse usb buka/bongkar mouse tersebut
  • Kemudian kamu tes keempat kabel pada mouse dengan multi tester untuk mengetahui kabel mana yang putus dan biasanya pada derah ikatan didalam mouse, cari daerah kabel yang putus sampai ketemu.
  • Setelah tempat kabel yang putus ditemukan kemudian potong pada daerah sekitar kabel yang putus.
  • Kemudian tes lagi dengan multi tester untuk mengetahui bahwa kabel sudah tidak putus lagi.
  • Kemudian sambung kembali kabel usb ke mouse dengan menyoldernya.
  • Kamudian kamu tes lagi bila mouse sudah terdeteksi oleh PC/ komputer dan sudah bisa digerakan.
  • Kemudian pasang lagi mouse dan dibaut kembali.
  • Selesai sekarng mouse anda sudah bisa digunakan kembali.
http://www.tipsh4re.co.cc/

    Kamis, 17 Maret 2011

    Jangan Remehkan Probelem Power Supply Unit

    Power supply unit (PSU). Sebagian dari kita mungkin suka menyepelekan atau tidak terlalu memperhatikan peripheral yang satu ini. PSU merupakan hardware vital dalam perangkat komputer (PC). Kalau prosessor diibaratkan sebagai "otak" nya komputer, nah PSU ini sebagai "jantung" nya.

    Fungsi dari PSU yaitu menyalurkan daya ke unit-unit ataupun komponen-komponen di dalam PC. Yang sesungguhnya tidak hanya sekedar memberikan daya, akan tetapi mendukung stabilitas kinerja komputer dengan menyalurkan arus listrik yang tepat sesuai dengan kebutuhan komponen-komponen. Perangkat penstabil tegangan atau sering disebut stabilizer berguna untuk membantu memberikan arus listrik yang stabil untuk PSU. 

    PSU = Power Supply Unit
    • merubah arus tegangan listrik bolak-balik (AC), menjadi searah (DC). Dengan fungsi tersebut maka arus tegangan listrik yang tadinya arus kuat berubah menjadi arus kecil.
    • mengalirkan arus listrik ke seluruh komponen/part komputer.

    psu
    Pihak perakit komputer seringkali mengabaikan fungsi vital dari PSU. Tujuannya untuk menekan harga agar sesuai dengan keinginan konsumen. PSU yang dipasangkan seringkali adalah PSU berlabel (sekalipun produk pabrikan) yang sama sekali tidak diujikan sesuai dengan standar kebutuhan arus/tegangan komponen microchip.

    PSU seperti inilah yang disebut dengan PSU label, yaitu PSU yang dibuat sekedar memenuhi kebutuhan daya, tanpa memperhitungkan soal kehandalan dan fungsi utama sebagai pencatu daya. Spesifikasi daya yang dicantumkan menyesatkan atau tidak seperti yang dituliskan. Tertulis PSU label menghasilkan daya (output) 450 watt, akan tetapi pada kenyataannya daya riil yang dihasilkan kurang dari 300 watt. Salah satu kabelnya tertulis menghasilkan daya (output DC) 3 volt, akan tetapi daya riil yang dihasilkan bisa kurang dari 2,85 volt terutama jika suhu komponen semakin meningkat. Harga PSU seperti ini bervariasi mulai dari yang di bawah Rp 100 ribu hingga ada yang Rp 300 ribu.

    Produsen microchip seperti AT&T,  AMD, ATI, Intel, Western Digital dan lain-lain sudah menentukan batas ambang yang dapat ditoleransikan terhadap perubahan tegangan. Pada umumnya, toleransi perubahan tegangan tidak boleh lebih dari 5% untuk tegangan plus (+) dan 10% untuk tegangan minus (-). Sekalipun produsen menetapkan batas toleransi perubahan arus atau tegangan catu daya, akan tetapi pada kenyataannya produk mereka lebih stabil pada perubahan daya riil kurang dari separuh toleransi yang ditetapkan.

    Anda tidak bisa hanya mengandalkan multitester konvensional ataupun digital untuk mengukur daya riil dari kabel output. Ada teknik sederhana untuk mengukur daya riil (lihat di sini). Alat ukur yang paling akurat juga sudah ada, tapi tentunya alat ukur daya riil PSU tidak akan mudah untuk dijual bebas. Anda bisa melihat produk alat ukur daya riil PSU di sini. Jangan pernah percaya dengan alat ukur pada software ataupun perangkat aksesoris karena nilai ukur yang dihasilkan seringkali menyesatkan.

    Setiap komponen microchip sudah dirancang dengan suhu dan arus/tegangan tertentu untuk menjalankan fungsinya sesuai setelan dari pabrikan. Seperti kita ketahui, komponen-komponen microchip yang tersebar di motherboard sangat peka terhadap perubahan arus listrik. Jika tegangan yang disalurkan ke microchip tidak sesuai atau di luar batas toleransi pabrik, maka komponen microchip akan cenderung lebih mudah panas. Jarak perubahan arus atau tegangan yang melebih batas toleransi ataupun ketidak sesuaian kebutuhan tegangan akan menyebabkan stabilitas komponen menjadi terganggu.

    Tidak hanya itu, ketidaksesuaian dalam pencatuan daya oleh PSU akan memperpendek usia komponen. Microchip bekerja tidak sesuai dengan spesifikasi yang dirancangkan oleh pihak pabrikan. Pada kebanyakan kasus kerusakan PC yang menggunakan PSU jenis label, seringkali ditemukan kemungkinan PSU atau motherboard (mobo) yang terlebih dulu mati. Mobo yang bagus umumnya telah diperlengkapi dengan sistem proteksi perlindungan arus listrik.

    Ada banyak produsen yang membuat jenis PSU bermerk seperti Amacrox, Cougar, Cooler Master, SeaSonic, ThermalTake, Tagan dan lain-lain yang sudah mendistribusikan produk PSU di Indonesia. Harganya agak mahal untuk ukuran daya di bawah 600 watt, yaitu sekitar di bawah Rp 1 juta dan di atas Rp 650 ribu.
    PSU branded seperti ini sudah dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan daya yang sesuai dan stabil selama pemakaian. Kualifikasi produk sudah diujikan sesuai dengan standar pengujian pabrikan microchip sebelum dilempar ke pasar. Untuk jenis komputer rumah (home PC) yang hanya mengutamakan pekerjaan standar dan hiburan, maka PSU yang sesuai adalah jenis PSU dengan daya minimal 400 – 450 watt. Jika komputer sepenuhnya ditujukan untuk keperluan gaming dengan banyak perangkat tambahan (mod core gaming), maka disarankan untuk menggunakan PSU dengan daya standar 750 watt (dual power). PSU bermerek seperti ini sudah diperlengkapi dengan komponen penstabil daya yang umumnya berada pada rentang 100 volt – 240 volt arus AC sehingga Anda tidak membutuhkan perangkat stabilizer kecuali yang terdapat pada UPS.

    Oleh : http://www.flevfreak.co.cc/

    Sabtu, 11 Desember 2010

    Cara memperbaiki masalah tanpa suara dari speaker komputer.

    Ada sejumlah alasan mengapa komputer Anda mungkin tidak lagi memberikan suara. Jika Anda memiliki masalah ini, baca terus untuk mengetahui cara untuk mendiagnosis masalah dan menyelesaikan PC Anda kehilangan suara.

    Ini adalah apa yang Anda butuhkan:

    Driver dan Aplikasi CD Recovery

    Diperbarui perangkat lunak driver sound

    Periksa Ketua Connections dan Volume Control Pengaturan

    1. Verifikasi bahwa kurangnya suara tidak rusak karena koneksi pembicara. Sebuah cara sederhana untuk menguji itu adalah untuk mengganti koneksi pembicara dengan headphone dan lihat apakah Anda mendapat suara.

    2. Buka jendela kontrol volume dengan mengklik tombol "Start" dan kemudian "All Programs." Klik "Accessories," lalu "Hiburan," lalu "Volume Control." Atau, cukup klik pada ikon speaker yang ada di System Tray Anda.

    3. Periksa pengaturan volume dan bisu. Jika salah satu kotak centang bisu sudah diperiksa, hapus centang mereka. Jika ini tidak berhasil, baca terus.

    Lakukan System Restore Jika Diperlukan

    1. Jika suara sudah terdengar dari speaker komputer Anda dan tiba-tiba hilang, Anda mungkin perlu melakukan System Restore. Klik pada tombol "Start" dan kemudian "All Programs."

    2. Klik "Accessories," lalu "System Tools," lalu "System Restore."

    3. Lengkapi System Restore Wizard. Jika ini tidak berhasil, baca terus.

    Hapus dan Reinstall the Original Sound Driver

    1. Menghapus dan menginstal ulang driver suara anda dapat mengatasi masalah. Driver suara anda mungkin telah rusak atau mungkin hilang. Hasil dari ini adalah bahwa mengembalikan menu utilitas tidak akan tersedia. Untuk Windows XP, ikuti langkah-langkah ini.

    2. Klik pada tombol "Start". Klik pada "Control Panel" lalu "System." Berikutnya, klik pada "Hardware," lalu "Device Manager, kemudian" Sound, Video dan Game Controllers. "

    3. Klik pada perangkat suara yang disebutkan dalam Device Manager, kemudian tekan tombol Delete pada keyboard. Klik "OK" pada jendela yang muncul. Hapus semua perangkat suara yang terdaftar dengan cara ini KECUALI i Audio Codec dan Legacy Audio Drivers.

    4. Restart komputer Anda. Instal ulang driver dihapus menggunakan Driver dan Aplikasi CD Recovery yang disertakan bersama sistem Windows XP.

    5. Kunjungi situs resmi produsen komputer. Periksa untuk setiap update driver sound perangkat lunak untuk kartu suara anda. Jika ada, men-download mereka bersama-sama dengan petunjuk instalasi.

    sumber : http://www.searchgrid.org