teknik mlukis dalam air udah ada sejak 1500 tahun llu, mereka adalah seniman dari Arab. Mereka buat kali grafi di dlm air. Baru" nii ktanya orang china bisa mlukis dalam air juga(ikut"ajalah).
Cukup pake alat khusus dan Nafta(bahan kimia) orng itu dpt nglukis segala bntuk di permukaan air...
keren sihhh,,:D akan tetapi air bukan kanvas nyata. stelah slese desain lukisannya kmudian kertas diletakkan agar menyerap cat dari permukaan air, Sehingga jadi deh tuh lukisan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 Juni 2011
Senin, 18 Oktober 2010
Ada Bomb di Mall Tiara Dewata
Ilustrasi (Foto: Koran Sindo)
DENPASAR - Petugas Brimobda dan tim Gegana Polda Bali sibuk, menyusul ancaman bom di Pusat Perbelanjaaan (Mall) Tiara Dewata di Jalan Mayjend Sutoyo, Denpasar, Bali, sore tadi.
Ancaman bom tersebut diterima pihak operator Tiara Dewata bernama Umu, dari seorang penelpon bersuara laki-laki sekira pukul 15.30 Wita.
"Penelepon mengaku berama Abdullah yang mengatakan bahwa, ada bahan peledak di sebuah loker penitipan," kata Manager Operasional Tiara Dewata Novi Setyo Utama, Senin (18/10/2010).
Penelepon itu juga mengatakan ancaman bom itu tidak main-main. Karena khawatir dengan hal-hak yang tidak diinginkan, akhirnya informasi tersebut disampaikan ke pihak kepolisian.
Satu unit Tim Gegana Polda Bali lengkap dengan mobil dan tong penjinak bom datang ke lokasi. Beberapa anggota tim gegana itu menyebar di beberapa loker yang ada di tempat tersebut. Satu jam kemudian Tim Gegana datang dengan anjing Pelacak.
Bukan hanya lantai satu saja yang disisir, lantai atas juga tidak luput dari pengendusan anjing yang spesialis mengendus bahan peledak itu. Namun hasilnya nihil.
Akibat ancaman itu, beberapa jalan masuk menuju swalayan itu dialihkan. Demikian juga beberapa loker yang berada di lokasi juga dikosongkan. Setelah dilakukan penyisiran hingga dua jam lebih, Tim Gegana Brimob Polda Bali tidak menemukan bahan peledak yang dikatakan penelpon iseng tersebut.
"Tadi semua tempat sudah disisir petugas, syukur aman, tidak ada ditemukan benda yang mencurigakan seperti ancaman penelpon itu," kata Novi.
Meksi petugas tidak menemukan benda berbahaya namun hingga pukul 19.00 Wita, petugas terus melakukan penyisirian ke sejumlah lokasi guna memastikan kondisi benar-benar aman.
"Baru saja anjing pelacak datang menyisir ke semua lokasi," kata Endro, seorang karyawan Tiara Dewata.
Meski ada ancaman bom dan petugas kepolisian datang ke pusat perbelanjaan di bawah bendara Tiara Group itu, aktivitas pengunjung dan operasional toko tidak terganggu.
"Berjalan seperti biasa, pengunjuk tidak sampai panik tetap ramai malam ini, kami tetap buka hinga pukul 22.00 Wita," imbuh Endro.
(lam)
Standart Nilai UN Ditentukan Daerah
Anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Eddy Mungin Wibowo mengatakan, penetapan standar kelulusan UN tidak lagi di bawah BSNP. Akan tetapi standar kelulusan ditentukan oleh kemampuan masing-masing sekolah di setiap daerah masing-masing.
Pelimpahan ini, katanya, diberikan kepada sekolah yang masih berkategori standar atau yang belum mencapai standar nasional pendidikan yang ditentukan oleh pemerintah.
“Penerapan standar kelulusan UN tidak lagi seluruhnya oleh BSNP namun provinsi bisa menetapkan sesuai kemampuan,” jelasnya kepada wartawan.
Eddy menjelaskan, pelimpahan ini merupakan hasil rekomendasi Loka Karya UN yang dilaksanakan pekan lalu yang melibatkan Komisi X DPR, BSNP, sejumlah ahli pendidikan, kepala sekolah dan komite sekolah. Eddy melanjutkan, saat ini standar kelulusan UN untuk SMA dan SMP masih ditentukan oleh BSNP. Kisaran nilai yang ditentukan ialah 5,5.
Pelimpahan kewenangan standar hasil UN ini, lanjutnya, dapat dilaksanakan tahun depan. Eddy menerangkan, setiap provinsi bisa menetapkan standar yang tidak terbatas.
“Bisa saja mereka menentukan standar kelulusannya 3 atau 4,” ujarnya. Sementara jika melebihi standar nasional 5,5 misalkan ada yang dapat nilai 7 maka bobotnya sama dengan standar kelulusan tersebut.
Pemerintah juga tidak menentukan pemetaan sekolah mana yang sudah mandiri atau belum. Pemerintah memutuskan setiap provinsi yang melakukan pemetaan tersebut. “Nanti provinsi menyerahkan hasil pemetaan akreditasi tersebut ke BSNP,” jelas mantan Ketua BSNP tersebut.
Eddy menjelaskan, untuk sekolah dengan akreditasi A dan B masuk kategori mandiri sementara akreditasi B dan C masuk kategori standar.
Khusus akreditasi B, yang masuk kategori mandiri adalah yang hampir sepenuhnya memenuhi atau mendekati standar pendidikan nasional.
Rekomendasi loka karya yang diselenggarakan di Hotel Nikko beberapa waktu lalu tidak memberikan kewenangan masalah soal ujian.
Katanya, BSNP masih menentukan mengenai standar soal yang diujikan berserta kisi-kisinya. “Agar bobot soal di seluruh Indonesia sama,” lugasnya.
BSNP juga merekomendasikan pencetakan soal UN harus dicetak sekolah yang memenuhi kriteria dan dilaksanakan per rayon, seperti rayon Sumatera, rayon Jawa, rayon Kalimantan, rayon Sulawesi dan rayon Indonesia Timur. Bahkan khusus untuk sekolah SMA soal UN direncanakan akan dicetak oleh PTN yang memenuhi syarat.
Tujuannya untuk menjaga agar tidak terjadi kebocoran soal karena selama ini terbukti keamanan soal ujian masuk PTN. Berbeda dengan soal UN, walau dari percetakan sudah dikawal oleh polisi namun masih banyak terjadi kebocoran. Rekomendasi lainnya adalah penyelenggaraan UN untuk SMA dilaksanakan oleh BSNP bekerjasama dengan PTN dibantu dinas pendidikan dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).
Sedangkan pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs diserahkan ke provinsi tanpa pengawas independen dari PTN. Penyelenggaraan UN tahun ini masih melibatkan pengawas dari PTN. “Pengendalian mutu diserahkan sepenuhnya kepada Provinsi. Ini akan membuktikan kemampuan provinsi menjaga mutu,” tegas Mungin.
Rekomendasi ini, dikatakan, untuk menjawab tuntutan masyarakat khususnya sekolah yang menganggap selama ini diabaikan dalam penyelenggaraan UN.(Neneng Zubaidah/Koran SI/rhs)
Langganan:
Postingan (Atom)



